Pasar mobil hibrida bekas di Asia mengalami pertumbuhan signifikan, menawarkan keuntungan ekonomi dan lingkungan bagi konsumen yang belum siap beralih ke EV penuh. Mobil hibrida bekas memberikan efisiensi bahan bakar yang lebih baik daripada mobil bensin murni, dengan harga yang lebih terjangkau daripada mobil listrik baru.
Keuntungan utamanya adalah biaya kepemilikan yang lebih rendah dan tidak adanya range anxiety (kecemasan jangkauan), karena mobil ini masih memiliki mesin bensin. Mobil hibrida bekas juga sangat populer di kota-kota yang memiliki infrastruktur pengisian EV yang terbatas.
Namun, ada kerugian besar yang perlu dipertimbangkan, terutama terkait kondisi dan masa pakai baterai hibrida. Penggantian baterai hibrida bisa sangat mahal, dan garansi pabrikan untuk baterai bekas seringkali sudah habis. Pembeli harus melakukan inspeksi menyeluruh pada sistem baterai.
Meskipun demikian, mobil hibrida bekas tetap menjadi jembatan penting dalam transisi energi Asia. Pembeli dianjurkan untuk memilih model dari brand yang memiliki jaringan layanan purna jual yang kuat dan tersedia suku cadang baterai yang memadai.
Mobil hibrida bekas di Asia menawarkan keuntungan efisiensi bahan bakar dan harga terjangkau, tetapi pembeli harus mewaspadai kerugian terkait biaya mahal penggantian baterai hibrida yang masa pakainya mungkin sudah habis.

